Wednesday, 27 July 2011

Mulailah, beranilah dan bertumbuhlah menjadi bijaksana.


Jika anda pemalu, ragu-ragu, atau pasif, anda berisiko memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan rutinitas dan sasaran-sasaran yang tidak tercapai. Kemajuan-kemajuan yang kita lihat saat ini dilakukan oleh orang-orang yang "berani" ilmuwan, politikus, artis, dan orang-orang lain yang tidak menunggu datangnya peluang; mereka menciptakan peluang. Jadi jika anda ingin menjadi seseorang yang pemberani dan tidak dapat dihentikan, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memulai momentum anda.

1. Berpura-Puralah Anda Adalah Seorang Pemberani.

Jika anda bertukar tempat dengan seseorang yang sangat berani, apa yang akan mereka lakukan jika mereka ada di posisi anda? Jika anda mengenal seseorang yang berani, bayangkan bagaimana mereka akan bertindak. Jika anda tidak mengenal orang seperti itu, pikirkan seorang karakter yang berani dari film atau buku. Habiskan waktu satu jam setiap hari selama seminggu untuk berpura-pura menjadi mereka. Saat anda melakukannya, pergilah ke suatu tempat dimana orang-orang tidak mengenal anda dan tidak akan terkejut melihat tindakan anda yang mungkin lain dari biasanya. Cobalah lakukan dan lihat apa yang terjadi, Anda mungkin menemukan hal-hal luar biasa ketika anda berani, dan anda mungkin akan merasa yakin untuk menerapkan sikap ini pada kehidupan anda sehari-hari.

2. Ambil Inisiatif.

Ketika anda merasa ragu "khususnya dalam berinteraksi dengan orang lain" simpan ego anda dan ambil langkah pertama. Tanyakan pada rekan kerja anda apakah mereka mau pergi ke cafe untuk minum-minum sehabis bekerja. Katakan kepada orang yang anda sukai bahwa anda memiliki 2 tiket konser dan anda ingin orang tersebut ikut dengan anda. Berikan sahabat karib anda pelukan dan minta maaf atas kesalahan yang pernah anda buat sebelumnya. Tersenyumlah dan berkediplah pada kasir yang berpenampilan menarik.

3. Lakukan Sesuatu Diluar Dugaan.

Apa yang bisa anda lakukan yang kira-kira akan mengejutkan orang-orang yang mengenal anda? Memakai sepatu hak tinggi? Bungie jumping? Mengikuti kelas dansa? Orang-orang pemberani tidak takut mencoba melakukan sesuatu yang baru, dan salah satu alasan mereka sangat menarik untuk berada di sekeliling anda adalah karena mereka terus membuat anda menerka-nerka. Anda bisa memulai dari sesuatu yang kecil, mungkin mengenakan pakaian dengan warna atau gaya yang tidak biasanya anda pakai, atau mengunjungi tempat yang biasanya tidak anda kunjungi. Pada akhirnya, anda akan mencapai suatu titik dimana anda memiliki ide yang membuat orang lain ternganga saat anda mengutarakannya (Apakah anda serius? Arung Jeram? atau Anda pasti bercanda. Anda ingin membeli ruko di jalan tersebut?).

4. Mintalah Apa Yang Anda Inginkan.

Daripada menunggu untuk dikenali orang karena usaha anda, atau mengharapkan seseorang untuk mempertimbangkan kebutuhan anda, majulah dan mintalah. Beberapa orang merasa bahwa meminta sesuatu adalah perbuatan yang serakah, egois, dan kasar â€" dan itu betul, jika anda meminta sesuatu yang bukan menjadi hak anda. Namun jika seseorang menahan sesuatu yang menjadi hak anda, merekalah yang serakah, egois, dan kasar. Lagipula, hal terburuk apa yang mungkin terjadi? Mereka berkata tidak.
Mintalah promosi atau kenaikan gaji yang telah anda nanti dan sudah anda kerjakan.
Mintalah potongan harga. Menawarlah. Frase “Berapa harga terbaik yang anda bisa berikan untuk saya?†merupakan cara mudah dan ampuh untuk menghemat uang.
Mintalah agar iuran tahunan kartu kredit anda dihapuskan.
Mintalah bantuan atau nasihat kepada saudara, sahabat, atau orang yang benar-benar asing.
Mintalah klarifikasi jika anda tidak yakin apa yang orang harapkan dari anda.

5. Mengambil Risiko.

Ada perbedaan antara ceroboh dan mengambil risiko. Orang-orang ceroboh tidak mengambil risiko.. mereka tidak memikirkan risiko yang ada. Di sisi lain, seorang pemberani sangat memahami risiko yang ada, dan telah memutuskan untuk tetap pada keputusan yang mereka ambil, siap dan bersedia menerima konsekuensi jika kenyataan berbeda dengan yang mereka harapkan. Pikirkan seorang atlet yang mengambil risiko setiap harinya. Apakah mereka ceroboh? Tidak. Mereka mengambil risiko yang terukur. Anda mungkin melakukan kesalahan; kita semua melakukan kesalahan. Namun tidak melakukan apa-apa juga merupakan kesalahan, sesuatu yang bisa membawa anda pada kekosongan dan penyesalan. Bagi sebagian orang, mengambil risiko dan mengalami kegagalan merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga daripada tidak melakukan apapun. Sebaliknya, jangan mencampuradukkan berani dengan agresif. Agresif seringkali memaksakan pendapat atau tindakan anda pada orang lain. Keberanian tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar anda; keberanian adalah mengatasi rasa takut anda dan mengambil tindakan. Ingatlah, meskipun anda akan merasa sangat bersemangat dalam melakukan sesuatu yang baru, risiko kegagalan tetap ada karena kurangnya pengalaman anda. Sikapi kegagalan anda; kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan, kegagalan merupakan komponen penting dari kesuksesan. Kebalikan dari sukses adalah berdiam diri.

6. Temukan Kembali Diri Anda.

Intinya, keberanian berasal dari dalam diri anda, dari apa yang anda percayai. Keberanian bukan tentang apa yang anda lakukan, melainkan siapa diri anda. Jika anda tidak mengenal diri anda, anda tidak pernah menjadi pemberani. Mulailah menghargai keunikan anda. Temukan hal-hal yang membuat anda berbeda dan tunjukkan pada orang-orang di sekeliling anda. Curahkan perhatian dan sayangi diri anda sendiri karena tidak penting apa yang orang lain katakan. Itulah inti dari keberanian.

GO BRIGHT!
Angga C. Gautama
Kek Coklat Ubi Manis SAHARA
Buah Tangan Alternatif dari Pekanbaru

Mulailah, beranilah dan bertumbuhlah menjadi bijaksana.


Jika anda pemalu, ragu-ragu, atau pasif, anda berisiko memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan rutinitas dan sasaran-sasaran yang tidak tercapai. Kemajuan-kemajuan yang kita lihat saat ini dilakukan oleh orang-orang yang "berani" ilmuwan, politikus, artis, dan orang-orang lain yang tidak menunggu datangnya peluang; mereka menciptakan peluang. Jadi jika anda ingin menjadi seseorang yang pemberani dan tidak dapat dihentikan, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memulai momentum anda.

1. Berpura-Puralah Anda Adalah Seorang Pemberani.

Jika anda bertukar tempat dengan seseorang yang sangat berani, apa yang akan mereka lakukan jika mereka ada di posisi anda? Jika anda mengenal seseorang yang berani, bayangkan bagaimana mereka akan bertindak. Jika anda tidak mengenal orang seperti itu, pikirkan seorang karakter yang berani dari film atau buku. Habiskan waktu satu jam setiap hari selama seminggu untuk berpura-pura menjadi mereka. Saat anda melakukannya, pergilah ke suatu tempat dimana orang-orang tidak mengenal anda dan tidak akan terkejut melihat tindakan anda yang mungkin lain dari biasanya. Cobalah lakukan dan lihat apa yang terjadi, Anda mungkin menemukan hal-hal luar biasa ketika anda berani, dan anda mungkin akan merasa yakin untuk menerapkan sikap ini pada kehidupan anda sehari-hari.

2. Ambil Inisiatif.

Ketika anda merasa ragu "khususnya dalam berinteraksi dengan orang lain" simpan ego anda dan ambil langkah pertama. Tanyakan pada rekan kerja anda apakah mereka mau pergi ke cafe untuk minum-minum sehabis bekerja. Katakan kepada orang yang anda sukai bahwa anda memiliki 2 tiket konser dan anda ingin orang tersebut ikut dengan anda. Berikan sahabat karib anda pelukan dan minta maaf atas kesalahan yang pernah anda buat sebelumnya. Tersenyumlah dan berkediplah pada kasir yang berpenampilan menarik.

3. Lakukan Sesuatu Diluar Dugaan.

Apa yang bisa anda lakukan yang kira-kira akan mengejutkan orang-orang yang mengenal anda? Memakai sepatu hak tinggi? Bungie jumping? Mengikuti kelas dansa? Orang-orang pemberani tidak takut mencoba melakukan sesuatu yang baru, dan salah satu alasan mereka sangat menarik untuk berada di sekeliling anda adalah karena mereka terus membuat anda menerka-nerka. Anda bisa memulai dari sesuatu yang kecil, mungkin mengenakan pakaian dengan warna atau gaya yang tidak biasanya anda pakai, atau mengunjungi tempat yang biasanya tidak anda kunjungi. Pada akhirnya, anda akan mencapai suatu titik dimana anda memiliki ide yang membuat orang lain ternganga saat anda mengutarakannya (Apakah anda serius? Arung Jeram? atau Anda pasti bercanda. Anda ingin membeli ruko di jalan tersebut?).

4. Mintalah Apa Yang Anda Inginkan.

Daripada menunggu untuk dikenali orang karena usaha anda, atau mengharapkan seseorang untuk mempertimbangkan kebutuhan anda, majulah dan mintalah. Beberapa orang merasa bahwa meminta sesuatu adalah perbuatan yang serakah, egois, dan kasar â€" dan itu betul, jika anda meminta sesuatu yang bukan menjadi hak anda. Namun jika seseorang menahan sesuatu yang menjadi hak anda, merekalah yang serakah, egois, dan kasar. Lagipula, hal terburuk apa yang mungkin terjadi? Mereka berkata tidak.
Mintalah promosi atau kenaikan gaji yang telah anda nanti dan sudah anda kerjakan.
Mintalah potongan harga. Menawarlah. Frase “Berapa harga terbaik yang anda bisa berikan untuk saya?†merupakan cara mudah dan ampuh untuk menghemat uang.
Mintalah agar iuran tahunan kartu kredit anda dihapuskan.
Mintalah bantuan atau nasihat kepada saudara, sahabat, atau orang yang benar-benar asing.
Mintalah klarifikasi jika anda tidak yakin apa yang orang harapkan dari anda.

5. Mengambil Risiko.

Ada perbedaan antara ceroboh dan mengambil risiko. Orang-orang ceroboh tidak mengambil risiko.. mereka tidak memikirkan risiko yang ada. Di sisi lain, seorang pemberani sangat memahami risiko yang ada, dan telah memutuskan untuk tetap pada keputusan yang mereka ambil, siap dan bersedia menerima konsekuensi jika kenyataan berbeda dengan yang mereka harapkan. Pikirkan seorang atlet yang mengambil risiko setiap harinya. Apakah mereka ceroboh? Tidak. Mereka mengambil risiko yang terukur. Anda mungkin melakukan kesalahan; kita semua melakukan kesalahan. Namun tidak melakukan apa-apa juga merupakan kesalahan, sesuatu yang bisa membawa anda pada kekosongan dan penyesalan. Bagi sebagian orang, mengambil risiko dan mengalami kegagalan merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga daripada tidak melakukan apapun. Sebaliknya, jangan mencampuradukkan berani dengan agresif. Agresif seringkali memaksakan pendapat atau tindakan anda pada orang lain. Keberanian tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar anda; keberanian adalah mengatasi rasa takut anda dan mengambil tindakan. Ingatlah, meskipun anda akan merasa sangat bersemangat dalam melakukan sesuatu yang baru, risiko kegagalan tetap ada karena kurangnya pengalaman anda. Sikapi kegagalan anda; kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan, kegagalan merupakan komponen penting dari kesuksesan. Kebalikan dari sukses adalah berdiam diri.

6. Temukan Kembali Diri Anda.

Intinya, keberanian berasal dari dalam diri anda, dari apa yang anda percayai. Keberanian bukan tentang apa yang anda lakukan, melainkan siapa diri anda. Jika anda tidak mengenal diri anda, anda tidak pernah menjadi pemberani. Mulailah menghargai keunikan anda. Temukan hal-hal yang membuat anda berbeda dan tunjukkan pada orang-orang di sekeliling anda. Curahkan perhatian dan sayangi diri anda sendiri karena tidak penting apa yang orang lain katakan. Itulah inti dari keberanian.

GO BRIGHT!
Angga C. Gautama
Kek Coklat Ubi Manis SAHARA
Buah Tangan Alternatif dari Pekanbaru

Thursday, 27 January 2011

KAYA RAYA dari BISNIS SAMPINGAN


Kaya adalah kuasa.  Dengan kekayaan anda dapat melakukan banyak hal.  Sebaliknya miskin adalah beban.  Kemiskinan adalah pembatas anda untuk melakukan apa yang anda sukai.  Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa kemiskinan itu ada di tepi jurang kekafiran (mendustakan Tuhan).
Bisnis Sampingan

1. Bisnis sampingan dimiliki oleh satu atau beberapa orang karyawan.  Selain itu, bisa juga ada pemilik bisnisnya yang bukan karyawan.  Misalnya satu bisnis dimiliki oleh 5 orang.  Tiga orang diantara mereka adalah karyawan di instansi / perusahaan lain.  Satu orang fokus menangani bisnis tersebut.  Satu orang lagi hanya setor modal.

2. Bila pemilik bisnis sampingan semuanya karyawan di instansi / perusahaan lain, maka bisnis sampingan tersebut harus dijalankan oleh orang lain (karyawan: direktur, manager, dsb).

3. Bisnis sampingan beda dengan pekerjaan sampingan.  Bisnis sampingan dikerjakan oleh orang lain.  Sedang pekerjaan sampingan dikerjakan oleh kita juga.

4. Tugas utama pemilik bisnis sampingan adalah mengambil keputusan-keputusan penting dan membuat sistem (aturan, petunjuk, standar, dsb) untuk bisnis sampingannya.

5. Bisnis sampingan harus dijalankan tanpa mencuri apapun (waktu, sumberdaya, jaringan, channel, pulsa telepon, energi, dsb) dari instansi / perusahaan tempat anda bekerja.

6. Meski ia sampingan, tapi bisnis ini harus dijalankan dengan serius.  Bukan sekedar mengisi waktu, ikut tren, tambah aktivitas, dsb.

7. Bisnis sampingan dibangun untuk dibesarkan.

8. Bisnis sampingan harus menguntungkan (memberi tambahan penghasilan) untuk anda.

9. Bisnis sampingan dimulai dengan sebuah transparansi kepada perusahaan tempat anda bekerja baik pada atasan, bawahan atau mitra kerja.  Jangan sembunyi-sembunyi.

Kenapa Anda Mesti Berbisnis Sampingan?

Ada karyawan berpikir : “Hidup saya sudah mapan.  Penghasilan saya cukup.  Untuk apa lagi saya berbisnis sampingan?  Bikin pusing aja”.

Ada juga karyawan yang berpendapat : “Sudah bekerja keras begini saja, penghasilan kurang terus.  Mana bisa berbisnis sampingan?  Nggak ada modal.  Nggak ada waktu”

Karyawan lain berkeinginan : “Pengen banget punya bisnis sampingan.  Tapi kalau gagal gimana?”

Nah, pendapat anda yang bekerja sebagai karyawan tentang bisnis pasti macam-macam.  Ada yang menganggap tak perlu.  Ada yang menganggap tak mungkin.  Ada yang ingin punya bisnis tapi merasa takut dan khawatir.  Atau ada yang pernah mencoba dan gagal, lalu kapok dengan bisnis.  Sebaliknya, mungkin ada yang mencoba dan sukses sampai sekarang.  Dan, mungkin ada yang tak berpikir sama sekali tentang bisnis.

Sebetulnya, bagi karyawan sangat penting untuk berpikir tentang bisnis.  Memutuskan untuk berbisnis.  Berlatih untuk mulai berbisnis dan berjuang membesarkan bisnisnya.  Tanpa mesti keluar dari pekerjaan yang sedang digeluti sekarang.

Maka membuka pikiran akan bisnis menjadi prasyarat utama.  Jangan menilai dan memutuskan bisnis itu tak bagus, untuk anda, padahal anda belum cukup tahu tentang bisnis.  Toh, membuka pikiran atas hal-hal baru pasti ada manfaatnya.  Dan bukan tidak mungkin hal-hal baru tersebut justru bisa meningkatkan kualitas hidup anda dan memampukan anda untuk mewujudkan hal-hal yang anda dan keluarga anda inginkan.

Maka ada banyak alasan kenapa karyawan harus punya bisnis sampingan.  Mari kita urai satu per satu.
1. Anda telah punya gaji untuk biaya hidup

Ada orang yang mulai berbisnis dari nol.  Benar-benar nol.  Artinya tanpa punya penghasilan.  Pengangguran.  Maka mereka harus berbisnis untuk dua hal.  Pertama, memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Kedua, mengembangkan bisnis itu sendiri.  Akibatnya, banyak yang berhasil untuk yang pertama, tapi gagal untuk yang kedua.  Bisnisnya begitu-begitu aja.
Nah, untuk anda yang karyawan, anda pasti sekarang ini telah memiliki gaji.  Jadi biaya hidup sehari-hari telah ada sumber pemenuhannya.  Meski memang bervariasi.  Ada yang cukup, berlebih atau kekurangan.  Nah, satu sumber penghasilan ini, telah menjadi sebuah keuntungan, kan?

2.   Anda telah terbiasa bekerja

Selama ini anda telah bekerja.  Berarti anda telah punya budaya kerja.   Kebiasaan kerja anda telah terbentuk.  Maka anda telah terbiasa mentaati aturan.  Disiplin.  Mencapai target kerja.  Fokus pada pekerjaan.  Mengasah keterampilan.  Punya jaringan luas.  Dan sebagainya.  Nah, semua hal ini keuntungan anda.  Bedanya, bila selama ini kehebatan-kehebatan anda tersebut diarahkan hanya untuk tempat kerja, maka sekarang anda arahkan untuk membangun bisnis anda juga.  Memang ada kemungkinan fokus anda terganggu.  Tapi dengan cepat anda akan bisa menyesuaikan kondisi baru ini, tanpa ada yang dirugikan.
3. Anda memiliki keterampilan

Pekerjaan anda sekarang didapat karena anda telah memiliki keterampilan tertentu.  Nah, keterampilan ini akan sangat berguna dalam membangun bisnis anda.  Anda bisa membangun bisnis yang basisnya adalah keterampilan anda tersebut.  Anda pasti pernah tahu ada orang yang bisnis rumah makannya sukses karena tadinya ia koki di sebuah restoran.  Maka penambahan keberanian dan keputusan untuk berbisnis pada keterampilannya membuatnya sukses.
Maka sudah saatnya, keterampilan anda memberikan manfaat optimal bagi anda dengan membangun bisnis sampingan.
4. Anda Lebih Mudah dapat Modal Bisnis

Karyawan, karena mempunyai penghasilan tetap, dinilai memiliki kemampuan bayar pinjaman oleh bank.  Maka sumber permodalan dari bank menjadi lebih mudah didapat.
Ada seorang yang saya kenal.  Ia mempunyai beberapa bisnis sampingan.   Toko bahan bangunan, sekolah, dan sebagainya.  Ketika ditanya kenapa ia tak berhenti saja dari pekerjaannya, ia menjawab : “Nanti dulu.  Karena saya karyawan, bank lebih percaya sama saya itu”
5. Anda Ingin jadi Bos

Sekarang ini, anda mungkin merasa (dan terbukti) lebih hebat dari bos anda sekarang.  Anda sudah layak menjadi bos.  Tapi karena anda berada di perusahaan punya orang lain, anda harus tunduk pada peraturan dan keputusan perusahaan.  Karenanya, mungkin selamanya anda tak pernah bisa jadi bos.  Nah, memiliki bisnis sampingan adalah langkah awal untuk wujudkan keinginan anda.
6. Anda butuh menambah penghasilan

Apakah sekarang ini gaji anda setiap bulan tidak cukup?  Maka memiliki bisnis sampingan  bisa menjadi solusi.  Bisnis yang sesuai dengan kondisi anda.  Bisnis yang tidak mempengaruhi pekerjaan anda sekarang.  Bisnis yang bisa dibesarkan.  Bisnis yang orang lain bisa menjalankannya untuk anda.  Bisnis yang bisa memberikan tambahan penghasilan sekaligus tumpuan di masa depan.
7. Biaya hidup makin meningkat

Sekarang ini, kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu.  Kebijakan pemerintah untuk mengurangi atau meniadakan subsidi membuat harga berbagai kebutuhan sehari-hari naik.  Sementara gaji anda relatif tidak naik.  Bila ini terjadi terus menerus, maka hidup anda akan makin sulit.  Masih ingat ketika beberapa tahun lalu harga BBM naik?  Apa yang terjadi dengan daya beli anda dan keluarga?  Apakah harus lebih berhemat?  Nah, sampai kapan berhemat itu bisa terus dilakukan?
Bisnis sampingan memungkinkan anda untuk mendapat penghasilan tambahan.  Lebih jauh dari itu. Bisnis sampingan bisa membuat anda kaya raya.
8. Anda akan pensiun

Suatu saat nanti, anda akan pensiun.  Berhenti bekerja.  Memang anda akan dapat uang pesangon.  Anda yang pegawai negeri akan dapat uang pensiun.  Kira-kira cukupkah uang pesangon dan uang pensiun itu untuk memenuhi kebutuhan hidup anda sehari-hari?  Kemungkinan besar tidak cukup itu.  Memang, ketika anda pensiun, biaya hidup bisa turun, tapi bagaimana dengan biaya kesehatan?
Anda mungkin berpikir, anda bisa andalkan anak-anak anda.  Ah,… realistis saja.  Anak-anak anda mungkin anak-anak yang berbakti pada anda, tapi bukankah mereka juga sedang berjuang untuk memapankan kondisi keuangan mereka dan keluarga mereka juga?  Kembali, bisnis sampingan bisa jadi andalan anda.
9. Kalau anda kena PHK bagaimana?

Gelombang PHK terjadi dimana-mana.  Mungkin anda sekarang tidak kena.  Tapi apakah ada jaminan di masa depan anda tidak kena PHK?  Berat menjawabnya bukan?  Nah, mumpung PHK itu masih jauh, anda harus menyiapkan diri.  Untuk jaga-jaga.  Persiapan yang penting sekali nilainya.  Terutama pada saat anda membutuhkan sumber penghasilan.
Jadi, bila anda kena PHK, anda tak akan bingung.  Anda toh sudah punya bisnis.  Biaya hidup anda sudah tertolong oleh adanya bisnis sampingan ini.  Kita semua berdoa anda tak kena PHK.  Siapa orangnya yang mau di-PHK?  Tapi sekali lagi, bila anda punya bisnis sampingan, kondisi anda pasti tak seburuk rekan kerja anda yang tak punya bisnis sampingan.  Iya, kan?
10. Karena anda orang baik dan peduli

Anda orang baik dan peduli.  Anda pasti merasa tersentuh melihat banyak saudara-saudara, tetangga, teman, dan kenalan yang mungkin tak punya pekerjaan.  Kehidupan mereka susah.  Mungkin, ada juga yang anak-anaknya tak bisa sekolah.  Atau ada yang terpaksa harus lakukan pekerjaan haram.
Kondisi ini tak bisa dibiarkan.  Sebenarnya, anda juga punya tanggung jawab sosial untuk atasi masalah ini.  Maka memiliki bisnis sampingan adalah solusi hebatnya.  Bisnis itu bisa beri banyak manfaat untuk anda.  Juga bisa tolong mereka yang susah tersebut.
Nah, itu beberapa alasan kenapa anda harus berbisnis sampingan.  Dengan manfaat yang sedemikian banyak, maka ambil keputusan segera untuk miliki bisnis sampingan.  Jangan menunda-nunda sesuatu yang sudah jelas baik dan banyak manfaatnya.  Penundaan atas hal-hal penting hanya akan membawa anda pada satu hal : penyesalan dan masalah besar.

Kenapa tidak  membangun bisnis sampingan?

Berbagai keuntungan dan manfaat bisa kita dapat dari bisnis sampingan.  Tapi kenapa banyak orang yang telah mengetahuinya tetap tak mulainya?  Karena masih ada penghalang.  Berbentuk keraguan.  Kekhawatiran.  Ketakutan.  Ketidakpastian.  Maka sangat penting untuk anda mengetahui penghalang anda itu.  Lalu mencari dan melakukan solusinya.  Maka manfaat dari bisnis sampingannya akan didapat.

Sama seperti kita naik mobil dari Jakarta ke Bogor.  Di Bogor, banyak hal penting yang harus kita lakukan.  Banyak manfaat yang ingin kita raih di sana.  Tapi ternyata, ada sebatang pohon besar yang rubuh dan menghalangi jalan.  Sementara, cuma itu satu-satunya jalan.  Nah, apa yang akan kita lakukan?

Maka pilihan terbaik adalah menyingkirkan halangan tersebut.  Pohonnya bisa digeser ke pinggir jalan sehingga mobil kita bisa lewat.  Atau pohonnya dipotong-potong.  Dan sebagainya.  Pokoknya, pohon itu disingkirkan.  Maka kita bisa melaju lagi menuju Bogor.

Bagaimana bila kemudian ada lubang-lubang?  Kita kendalikan mobil untuk tidak terjerumus ke lubang.  Kita pilih lalui lubang kecil agar bisa hindari lubang besar.  Bagaimana bila lubang besarnya tak bisa dihindari?  Maka mobil kita arahkan masuk lubang besar itu.  Perlahan-lahan agar mobil tak rusak.

Nah, dalam bisnis banyak lubang.  Lubang itu bentuknya masalah dan resiko.  Ada resiko dan masalah kecil.  Ada resiko dan masalah besar.  Maka hadapi resiko dan masalah besar dan kecil itu butuhkan keyakinan dan keterampilan.  Buku ini akan sangat bantu anda untuk menguatkan keyakinan dan menajamkan keterampilan.  Hasilnya?  Anda bisa lalui berbagai resiko dan dapatkan peluang.  Anda dapat selesaikan masalah dan dapatkan pelajaran.

Berikut ini beberapa alasan kenapa seorang karyawan tak membangun bisnis :
1. Merasa telah Mapan

Anda merasa telah mapan.  Gaji anda besar.  Setiap bulan bisa menabung.  Gaya hidup anda pun nyaman.  Semua kebutuhan dan keinginan telah terpenuhi dengan cukup.  Jadi untuk apa repot-repot berbisnis?  Mungkin itulah sikap anda.

Bila keadaan anda telah mapan, maka pertanyaannya, sampai kapan?   Bila anda sudah tak bekerja lagi (pensiun atau kena PHK) apakah kemapanan dan kenyamanan anda akan bisa terus anda nikmati?

Hidup mapan sesungguhnya adalah kondisi terbaik untuk memulai bisnis.  Toh, hidup anda sudah cukup.  Biaya hidup sehari-hari terpenuhi.  Bahkan anda bisa nabung.  Bukankah jadi sangat rasional dan masuk akal bila anda justru mulai bisnis sampingan untuk  antisipasi hal-hal yang tak diinginkan?
2. Tak Punya Waktu

“Pekerjaan saya sangat menyita waktu.  Bagaimana bisa bisnis sampingan?”  Nah, pikiran ini lah justru penghalangnya.  Bisnis sampingan kan bukan anda yang lakukan secara teknis sehari-hari.  Karyawan anda yang lakukan itu.  Anda bertugas ambil keputusan-keputusan penting.  Dan itu sangat tidak menyita waktu.  Ingat, anda sedang bangun bisnis sampingan.  Bukan pekerjaan sampingan.
3. Terlalu Fokus Kerja, tak Terpikirkan.

Karena fokus kerja, peluang bisnis sampingan memang tertutup.  Nah, sekarang saatnya anda mulai pikirkan kelayakan yang lebih untuk anda dan keluarga.  Memang, bila tak pikirkan, potensi besar akan kurang beri manfaat.  Maka mulai buka pikiran akan bisnis sampingan.  Buka berbagai kemungkinannya.  Pelajari pula berbagai resiko dan masalahnya.  Termasuk resiko dan masalah bila anda tak memulainya dari sekarang.
4. Peraturan Perusahaan tak Bolehkan.

Peraturan perusahaan tak bolehkan?  Benar kah?  Di sinilah letak pentingnya  anda bekerja sama dengan orang lain.  Perusahaan tentu tak bolehkan karyawannya gunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi.  Maka gunakan lah waktu orang lain.  Cari dan dapatkan orang kepercayaan untuk menjalankan bisnis sampingan anda.  Sulit?  Tentu saja sulit.  Memangnya jaman sekarang, apa yang tidak sulit.  Tapi yakin, anda akan bisa atasi berbagai kesulitan itu.  Maka anda akan mengalami sebuah pengalaman puncak (peak experience).  Ingat saja : kesenangan besar didapat karena anda atasi kesulitan besar.  Bukan menghindarinya.  Hadapi.  Atasi.
5. Takut Gagal / Rugi

Ketakutan atas sesuatu yang asing, tak biasa dilakukan, wajar saja.  Tapi kalau  anda putuskan mundur, wah….rugi anda.  Kenapa?  Karena sebenarnya anda punya kesempatan untuk atasi ketakutan itu.  Dan karena anda akan kehilangan kesempatan emas.  Iya kan?

Buku ini akan terangkan sumber ketakutan anda itu.  Juga cara mengatasinya.  Asyik kan?
6. Pernah Gagal

Atau anda pernah coba berbisnis dan gagal?  Lalu kegagalan itu menghantui anda?  Membuat anda takut gagal lagi?  Memang gagal itu menyakitkan.  Nah, yang banyak orang tak tahu adalah : Kegagalan itu bukan hanya menyakitkan, tapi juga (bisa) menguatkan.  Maka ambillah kekuatan dari kegagalan.  Bukankah anda menjadi rugi dua kali bila sudah gagal jadi lemah pula.  Salah satu faktor kenapa orang jadi sukses adalah karena mereka menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih bijak, lebih sabar, lebih terampil setelah gagal.  Maka, bila selama ini kegagalan melemahkan anda, maka sekarang lah saatnya untuk ambil manfaat darinya.  Ambil keuntungan dari kegagalan.  Maka anda tetap tidak suka akan gagal, tapi sekarang, anda siap menghadapinya.
7. Tak punya ilmu / keterampilan bisnis

Bisnis memang beda dengan kerja sebagai karyawan.  Menjadi karyawan butuh satu keterampilan khusus.  Bila anda ahli keuangan, ya sudah cukup.  Tak perlu jadi ahli marketing.  Dalam bisnis, anda butuh beberapa keahlian.  Terutama keuangan.  Marketing.  Produksi.  Kepemimpinan.

Keterampilan-keterampilan itu bisa dipelajari dan dikuasai.  Prosesnya juga sesuai dengan kondisi anda.  Nah, bisnis yang anda bangun adalah lahan yang paling pas untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan tersebut.  Belajar dari buku, seminar, training, bertanya pada ahlinya, mentor, internet dan sebagainya pun bisa dilakukan.  Jadi, karena sumber keterampilannya banyak, maka  sebenarnya tak beralasan bila masalah ilmu / keterampilan ini jadi hentikan niat mulia anda bangun bisnis sampingan.
8. Tak Punya Pembimbing

Guru saya mengatakan : “Ketika murid siap belajar, guru akan berdatangan”.  Kenapa bisa begitu?  Ya, karena murid yang siap belajar pasti akan mencari guru.  Dalam bisnis, guru / pembimbing penting.  Mereka adalah orang-orang baik yang siap ajari kita.  Kegagalan dan kesuksesan  mereka di masa lalu penting sebagai pelajaran.  Karena kita tak senang dan akan rugi kalau gagal, maka bila ada orang lain yang telah alami kegagalan itu, maka kita tinggal belajar darinya.

Saya membangun bisnis budidaya lele Sangkuriang dibimbing oleh Pak Nasrudin.  Beliau telah lama bergelut di lele.  Detail-detail ilmu lele beliau paham.  Maka ketika saya belajar pada beliau, bisnis saya relatif lancar.  Berbagai masalah bisa diatasi.  Beliau bahkan siap membantu saya di sisi teknis produksi.  Juga di sisi pemasaran dan berbagai sisi bisnis lele lainnya.

Saya menyebut hal ini sebagai “melipat waktu”.  Kenapa?  Karena saya bisa belajar banyak dengan sangat cepat, biayanya relatif kecil, dan kegagalan yang juga kecil.
9. Merasa tak Berbakat

Ada pandangan bahwa bisnis harus ada bakat.  Pandangan ini menurut saya benar.  Dengan ada bakat, maka bisnis bisa dipelajari dan dijalankan dengan baik.  Hal yang banyak orang tidak tahu atau ragu adalah bahwa semua orang sebenarnya punya bakat bisnis. Saya bahkan yakin, semua orang sebenarnya punya bakat untuk jadi apapun.  Bagaimana dengan anda?
10. Tak Punya Modal

Bisnis butuh modal? Tentu saja.  Sebesar atau sekecil apapun modal yang dibutuhkan.  Tinggal bagaimana kondisi kita.  Bila kita mungkin untuk memulai bisnis dengan modal, ya silakan mulai.  Bagaimana bila tak punya modal?  Maka jangan mulai segala sesuatu dari hal yang kita tak punya.  Bila kita tak punya modal, lalu mensyaratkan mulai bisnis harus punya modal dulu, maka kapan mulainya?  Ini kekeliruan banyak orang.  Memulai sesuatu dari yang tak ada.

Maka guru saya, Pak Wahyu Saidi mengajarkan : “Mulai lah dari yang ada”.  Yang ada apa?  Keinginan?  Mulai saja.  Bila tak punya modal, silakan jadi marketer bagi bisnis orang lain dulu.  Agen penjual ikan lele saya, Pak Hari, bisa punya bisnis tanpa modal.  Ia membeli lele saya dengan pembayaran tempo satu atau dua hari.  Lho, koq tempo? Iya, karena ia harus menjual lele itu ke pasar dulu.  Terjual, baru bisa bayar saya.  Pake modal?  Relatif tidak kan?

Buat Keputusan Tegas untuk Kaya Raya
“Keinginan tanpa keputusan, angan-angan”
“Keputusan tanpa tindakan, kesia-siaan”
Salam sukses,

Junaedi

KAYA RAYA dari BISNIS SAMPINGAN


Kaya adalah kuasa.  Dengan kekayaan anda dapat melakukan banyak hal.  Sebaliknya miskin adalah beban.  Kemiskinan adalah pembatas anda untuk melakukan apa yang anda sukai.  Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa kemiskinan itu ada di tepi jurang kekafiran (mendustakan Tuhan).
Bisnis Sampingan

1. Bisnis sampingan dimiliki oleh satu atau beberapa orang karyawan.  Selain itu, bisa juga ada pemilik bisnisnya yang bukan karyawan.  Misalnya satu bisnis dimiliki oleh 5 orang.  Tiga orang diantara mereka adalah karyawan di instansi / perusahaan lain.  Satu orang fokus menangani bisnis tersebut.  Satu orang lagi hanya setor modal.

2. Bila pemilik bisnis sampingan semuanya karyawan di instansi / perusahaan lain, maka bisnis sampingan tersebut harus dijalankan oleh orang lain (karyawan: direktur, manager, dsb).

3. Bisnis sampingan beda dengan pekerjaan sampingan.  Bisnis sampingan dikerjakan oleh orang lain.  Sedang pekerjaan sampingan dikerjakan oleh kita juga.

4. Tugas utama pemilik bisnis sampingan adalah mengambil keputusan-keputusan penting dan membuat sistem (aturan, petunjuk, standar, dsb) untuk bisnis sampingannya.

5. Bisnis sampingan harus dijalankan tanpa mencuri apapun (waktu, sumberdaya, jaringan, channel, pulsa telepon, energi, dsb) dari instansi / perusahaan tempat anda bekerja.

6. Meski ia sampingan, tapi bisnis ini harus dijalankan dengan serius.  Bukan sekedar mengisi waktu, ikut tren, tambah aktivitas, dsb.

7. Bisnis sampingan dibangun untuk dibesarkan.

8. Bisnis sampingan harus menguntungkan (memberi tambahan penghasilan) untuk anda.

9. Bisnis sampingan dimulai dengan sebuah transparansi kepada perusahaan tempat anda bekerja baik pada atasan, bawahan atau mitra kerja.  Jangan sembunyi-sembunyi.

Kenapa Anda Mesti Berbisnis Sampingan?

Ada karyawan berpikir : “Hidup saya sudah mapan.  Penghasilan saya cukup.  Untuk apa lagi saya berbisnis sampingan?  Bikin pusing aja”.

Ada juga karyawan yang berpendapat : “Sudah bekerja keras begini saja, penghasilan kurang terus.  Mana bisa berbisnis sampingan?  Nggak ada modal.  Nggak ada waktu”

Karyawan lain berkeinginan : “Pengen banget punya bisnis sampingan.  Tapi kalau gagal gimana?”

Nah, pendapat anda yang bekerja sebagai karyawan tentang bisnis pasti macam-macam.  Ada yang menganggap tak perlu.  Ada yang menganggap tak mungkin.  Ada yang ingin punya bisnis tapi merasa takut dan khawatir.  Atau ada yang pernah mencoba dan gagal, lalu kapok dengan bisnis.  Sebaliknya, mungkin ada yang mencoba dan sukses sampai sekarang.  Dan, mungkin ada yang tak berpikir sama sekali tentang bisnis.

Sebetulnya, bagi karyawan sangat penting untuk berpikir tentang bisnis.  Memutuskan untuk berbisnis.  Berlatih untuk mulai berbisnis dan berjuang membesarkan bisnisnya.  Tanpa mesti keluar dari pekerjaan yang sedang digeluti sekarang.

Maka membuka pikiran akan bisnis menjadi prasyarat utama.  Jangan menilai dan memutuskan bisnis itu tak bagus, untuk anda, padahal anda belum cukup tahu tentang bisnis.  Toh, membuka pikiran atas hal-hal baru pasti ada manfaatnya.  Dan bukan tidak mungkin hal-hal baru tersebut justru bisa meningkatkan kualitas hidup anda dan memampukan anda untuk mewujudkan hal-hal yang anda dan keluarga anda inginkan.

Maka ada banyak alasan kenapa karyawan harus punya bisnis sampingan.  Mari kita urai satu per satu.
1. Anda telah punya gaji untuk biaya hidup

Ada orang yang mulai berbisnis dari nol.  Benar-benar nol.  Artinya tanpa punya penghasilan.  Pengangguran.  Maka mereka harus berbisnis untuk dua hal.  Pertama, memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Kedua, mengembangkan bisnis itu sendiri.  Akibatnya, banyak yang berhasil untuk yang pertama, tapi gagal untuk yang kedua.  Bisnisnya begitu-begitu aja.
Nah, untuk anda yang karyawan, anda pasti sekarang ini telah memiliki gaji.  Jadi biaya hidup sehari-hari telah ada sumber pemenuhannya.  Meski memang bervariasi.  Ada yang cukup, berlebih atau kekurangan.  Nah, satu sumber penghasilan ini, telah menjadi sebuah keuntungan, kan?

2.   Anda telah terbiasa bekerja

Selama ini anda telah bekerja.  Berarti anda telah punya budaya kerja.   Kebiasaan kerja anda telah terbentuk.  Maka anda telah terbiasa mentaati aturan.  Disiplin.  Mencapai target kerja.  Fokus pada pekerjaan.  Mengasah keterampilan.  Punya jaringan luas.  Dan sebagainya.  Nah, semua hal ini keuntungan anda.  Bedanya, bila selama ini kehebatan-kehebatan anda tersebut diarahkan hanya untuk tempat kerja, maka sekarang anda arahkan untuk membangun bisnis anda juga.  Memang ada kemungkinan fokus anda terganggu.  Tapi dengan cepat anda akan bisa menyesuaikan kondisi baru ini, tanpa ada yang dirugikan.
3. Anda memiliki keterampilan

Pekerjaan anda sekarang didapat karena anda telah memiliki keterampilan tertentu.  Nah, keterampilan ini akan sangat berguna dalam membangun bisnis anda.  Anda bisa membangun bisnis yang basisnya adalah keterampilan anda tersebut.  Anda pasti pernah tahu ada orang yang bisnis rumah makannya sukses karena tadinya ia koki di sebuah restoran.  Maka penambahan keberanian dan keputusan untuk berbisnis pada keterampilannya membuatnya sukses.
Maka sudah saatnya, keterampilan anda memberikan manfaat optimal bagi anda dengan membangun bisnis sampingan.
4. Anda Lebih Mudah dapat Modal Bisnis

Karyawan, karena mempunyai penghasilan tetap, dinilai memiliki kemampuan bayar pinjaman oleh bank.  Maka sumber permodalan dari bank menjadi lebih mudah didapat.
Ada seorang yang saya kenal.  Ia mempunyai beberapa bisnis sampingan.   Toko bahan bangunan, sekolah, dan sebagainya.  Ketika ditanya kenapa ia tak berhenti saja dari pekerjaannya, ia menjawab : “Nanti dulu.  Karena saya karyawan, bank lebih percaya sama saya itu”
5. Anda Ingin jadi Bos

Sekarang ini, anda mungkin merasa (dan terbukti) lebih hebat dari bos anda sekarang.  Anda sudah layak menjadi bos.  Tapi karena anda berada di perusahaan punya orang lain, anda harus tunduk pada peraturan dan keputusan perusahaan.  Karenanya, mungkin selamanya anda tak pernah bisa jadi bos.  Nah, memiliki bisnis sampingan adalah langkah awal untuk wujudkan keinginan anda.
6. Anda butuh menambah penghasilan

Apakah sekarang ini gaji anda setiap bulan tidak cukup?  Maka memiliki bisnis sampingan  bisa menjadi solusi.  Bisnis yang sesuai dengan kondisi anda.  Bisnis yang tidak mempengaruhi pekerjaan anda sekarang.  Bisnis yang bisa dibesarkan.  Bisnis yang orang lain bisa menjalankannya untuk anda.  Bisnis yang bisa memberikan tambahan penghasilan sekaligus tumpuan di masa depan.
7. Biaya hidup makin meningkat

Sekarang ini, kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu.  Kebijakan pemerintah untuk mengurangi atau meniadakan subsidi membuat harga berbagai kebutuhan sehari-hari naik.  Sementara gaji anda relatif tidak naik.  Bila ini terjadi terus menerus, maka hidup anda akan makin sulit.  Masih ingat ketika beberapa tahun lalu harga BBM naik?  Apa yang terjadi dengan daya beli anda dan keluarga?  Apakah harus lebih berhemat?  Nah, sampai kapan berhemat itu bisa terus dilakukan?
Bisnis sampingan memungkinkan anda untuk mendapat penghasilan tambahan.  Lebih jauh dari itu. Bisnis sampingan bisa membuat anda kaya raya.
8. Anda akan pensiun

Suatu saat nanti, anda akan pensiun.  Berhenti bekerja.  Memang anda akan dapat uang pesangon.  Anda yang pegawai negeri akan dapat uang pensiun.  Kira-kira cukupkah uang pesangon dan uang pensiun itu untuk memenuhi kebutuhan hidup anda sehari-hari?  Kemungkinan besar tidak cukup itu.  Memang, ketika anda pensiun, biaya hidup bisa turun, tapi bagaimana dengan biaya kesehatan?
Anda mungkin berpikir, anda bisa andalkan anak-anak anda.  Ah,… realistis saja.  Anak-anak anda mungkin anak-anak yang berbakti pada anda, tapi bukankah mereka juga sedang berjuang untuk memapankan kondisi keuangan mereka dan keluarga mereka juga?  Kembali, bisnis sampingan bisa jadi andalan anda.
9. Kalau anda kena PHK bagaimana?

Gelombang PHK terjadi dimana-mana.  Mungkin anda sekarang tidak kena.  Tapi apakah ada jaminan di masa depan anda tidak kena PHK?  Berat menjawabnya bukan?  Nah, mumpung PHK itu masih jauh, anda harus menyiapkan diri.  Untuk jaga-jaga.  Persiapan yang penting sekali nilainya.  Terutama pada saat anda membutuhkan sumber penghasilan.
Jadi, bila anda kena PHK, anda tak akan bingung.  Anda toh sudah punya bisnis.  Biaya hidup anda sudah tertolong oleh adanya bisnis sampingan ini.  Kita semua berdoa anda tak kena PHK.  Siapa orangnya yang mau di-PHK?  Tapi sekali lagi, bila anda punya bisnis sampingan, kondisi anda pasti tak seburuk rekan kerja anda yang tak punya bisnis sampingan.  Iya, kan?
10. Karena anda orang baik dan peduli

Anda orang baik dan peduli.  Anda pasti merasa tersentuh melihat banyak saudara-saudara, tetangga, teman, dan kenalan yang mungkin tak punya pekerjaan.  Kehidupan mereka susah.  Mungkin, ada juga yang anak-anaknya tak bisa sekolah.  Atau ada yang terpaksa harus lakukan pekerjaan haram.
Kondisi ini tak bisa dibiarkan.  Sebenarnya, anda juga punya tanggung jawab sosial untuk atasi masalah ini.  Maka memiliki bisnis sampingan adalah solusi hebatnya.  Bisnis itu bisa beri banyak manfaat untuk anda.  Juga bisa tolong mereka yang susah tersebut.
Nah, itu beberapa alasan kenapa anda harus berbisnis sampingan.  Dengan manfaat yang sedemikian banyak, maka ambil keputusan segera untuk miliki bisnis sampingan.  Jangan menunda-nunda sesuatu yang sudah jelas baik dan banyak manfaatnya.  Penundaan atas hal-hal penting hanya akan membawa anda pada satu hal : penyesalan dan masalah besar.

Kenapa tidak  membangun bisnis sampingan?

Berbagai keuntungan dan manfaat bisa kita dapat dari bisnis sampingan.  Tapi kenapa banyak orang yang telah mengetahuinya tetap tak mulainya?  Karena masih ada penghalang.  Berbentuk keraguan.  Kekhawatiran.  Ketakutan.  Ketidakpastian.  Maka sangat penting untuk anda mengetahui penghalang anda itu.  Lalu mencari dan melakukan solusinya.  Maka manfaat dari bisnis sampingannya akan didapat.

Sama seperti kita naik mobil dari Jakarta ke Bogor.  Di Bogor, banyak hal penting yang harus kita lakukan.  Banyak manfaat yang ingin kita raih di sana.  Tapi ternyata, ada sebatang pohon besar yang rubuh dan menghalangi jalan.  Sementara, cuma itu satu-satunya jalan.  Nah, apa yang akan kita lakukan?

Maka pilihan terbaik adalah menyingkirkan halangan tersebut.  Pohonnya bisa digeser ke pinggir jalan sehingga mobil kita bisa lewat.  Atau pohonnya dipotong-potong.  Dan sebagainya.  Pokoknya, pohon itu disingkirkan.  Maka kita bisa melaju lagi menuju Bogor.

Bagaimana bila kemudian ada lubang-lubang?  Kita kendalikan mobil untuk tidak terjerumus ke lubang.  Kita pilih lalui lubang kecil agar bisa hindari lubang besar.  Bagaimana bila lubang besarnya tak bisa dihindari?  Maka mobil kita arahkan masuk lubang besar itu.  Perlahan-lahan agar mobil tak rusak.

Nah, dalam bisnis banyak lubang.  Lubang itu bentuknya masalah dan resiko.  Ada resiko dan masalah kecil.  Ada resiko dan masalah besar.  Maka hadapi resiko dan masalah besar dan kecil itu butuhkan keyakinan dan keterampilan.  Buku ini akan sangat bantu anda untuk menguatkan keyakinan dan menajamkan keterampilan.  Hasilnya?  Anda bisa lalui berbagai resiko dan dapatkan peluang.  Anda dapat selesaikan masalah dan dapatkan pelajaran.

Berikut ini beberapa alasan kenapa seorang karyawan tak membangun bisnis :
1. Merasa telah Mapan

Anda merasa telah mapan.  Gaji anda besar.  Setiap bulan bisa menabung.  Gaya hidup anda pun nyaman.  Semua kebutuhan dan keinginan telah terpenuhi dengan cukup.  Jadi untuk apa repot-repot berbisnis?  Mungkin itulah sikap anda.

Bila keadaan anda telah mapan, maka pertanyaannya, sampai kapan?   Bila anda sudah tak bekerja lagi (pensiun atau kena PHK) apakah kemapanan dan kenyamanan anda akan bisa terus anda nikmati?

Hidup mapan sesungguhnya adalah kondisi terbaik untuk memulai bisnis.  Toh, hidup anda sudah cukup.  Biaya hidup sehari-hari terpenuhi.  Bahkan anda bisa nabung.  Bukankah jadi sangat rasional dan masuk akal bila anda justru mulai bisnis sampingan untuk  antisipasi hal-hal yang tak diinginkan?
2. Tak Punya Waktu

“Pekerjaan saya sangat menyita waktu.  Bagaimana bisa bisnis sampingan?”  Nah, pikiran ini lah justru penghalangnya.  Bisnis sampingan kan bukan anda yang lakukan secara teknis sehari-hari.  Karyawan anda yang lakukan itu.  Anda bertugas ambil keputusan-keputusan penting.  Dan itu sangat tidak menyita waktu.  Ingat, anda sedang bangun bisnis sampingan.  Bukan pekerjaan sampingan.
3. Terlalu Fokus Kerja, tak Terpikirkan.

Karena fokus kerja, peluang bisnis sampingan memang tertutup.  Nah, sekarang saatnya anda mulai pikirkan kelayakan yang lebih untuk anda dan keluarga.  Memang, bila tak pikirkan, potensi besar akan kurang beri manfaat.  Maka mulai buka pikiran akan bisnis sampingan.  Buka berbagai kemungkinannya.  Pelajari pula berbagai resiko dan masalahnya.  Termasuk resiko dan masalah bila anda tak memulainya dari sekarang.
4. Peraturan Perusahaan tak Bolehkan.

Peraturan perusahaan tak bolehkan?  Benar kah?  Di sinilah letak pentingnya  anda bekerja sama dengan orang lain.  Perusahaan tentu tak bolehkan karyawannya gunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi.  Maka gunakan lah waktu orang lain.  Cari dan dapatkan orang kepercayaan untuk menjalankan bisnis sampingan anda.  Sulit?  Tentu saja sulit.  Memangnya jaman sekarang, apa yang tidak sulit.  Tapi yakin, anda akan bisa atasi berbagai kesulitan itu.  Maka anda akan mengalami sebuah pengalaman puncak (peak experience).  Ingat saja : kesenangan besar didapat karena anda atasi kesulitan besar.  Bukan menghindarinya.  Hadapi.  Atasi.
5. Takut Gagal / Rugi

Ketakutan atas sesuatu yang asing, tak biasa dilakukan, wajar saja.  Tapi kalau  anda putuskan mundur, wah….rugi anda.  Kenapa?  Karena sebenarnya anda punya kesempatan untuk atasi ketakutan itu.  Dan karena anda akan kehilangan kesempatan emas.  Iya kan?

Buku ini akan terangkan sumber ketakutan anda itu.  Juga cara mengatasinya.  Asyik kan?
6. Pernah Gagal

Atau anda pernah coba berbisnis dan gagal?  Lalu kegagalan itu menghantui anda?  Membuat anda takut gagal lagi?  Memang gagal itu menyakitkan.  Nah, yang banyak orang tak tahu adalah : Kegagalan itu bukan hanya menyakitkan, tapi juga (bisa) menguatkan.  Maka ambillah kekuatan dari kegagalan.  Bukankah anda menjadi rugi dua kali bila sudah gagal jadi lemah pula.  Salah satu faktor kenapa orang jadi sukses adalah karena mereka menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih bijak, lebih sabar, lebih terampil setelah gagal.  Maka, bila selama ini kegagalan melemahkan anda, maka sekarang lah saatnya untuk ambil manfaat darinya.  Ambil keuntungan dari kegagalan.  Maka anda tetap tidak suka akan gagal, tapi sekarang, anda siap menghadapinya.
7. Tak punya ilmu / keterampilan bisnis

Bisnis memang beda dengan kerja sebagai karyawan.  Menjadi karyawan butuh satu keterampilan khusus.  Bila anda ahli keuangan, ya sudah cukup.  Tak perlu jadi ahli marketing.  Dalam bisnis, anda butuh beberapa keahlian.  Terutama keuangan.  Marketing.  Produksi.  Kepemimpinan.

Keterampilan-keterampilan itu bisa dipelajari dan dikuasai.  Prosesnya juga sesuai dengan kondisi anda.  Nah, bisnis yang anda bangun adalah lahan yang paling pas untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan tersebut.  Belajar dari buku, seminar, training, bertanya pada ahlinya, mentor, internet dan sebagainya pun bisa dilakukan.  Jadi, karena sumber keterampilannya banyak, maka  sebenarnya tak beralasan bila masalah ilmu / keterampilan ini jadi hentikan niat mulia anda bangun bisnis sampingan.
8. Tak Punya Pembimbing

Guru saya mengatakan : “Ketika murid siap belajar, guru akan berdatangan”.  Kenapa bisa begitu?  Ya, karena murid yang siap belajar pasti akan mencari guru.  Dalam bisnis, guru / pembimbing penting.  Mereka adalah orang-orang baik yang siap ajari kita.  Kegagalan dan kesuksesan  mereka di masa lalu penting sebagai pelajaran.  Karena kita tak senang dan akan rugi kalau gagal, maka bila ada orang lain yang telah alami kegagalan itu, maka kita tinggal belajar darinya.

Saya membangun bisnis budidaya lele Sangkuriang dibimbing oleh Pak Nasrudin.  Beliau telah lama bergelut di lele.  Detail-detail ilmu lele beliau paham.  Maka ketika saya belajar pada beliau, bisnis saya relatif lancar.  Berbagai masalah bisa diatasi.  Beliau bahkan siap membantu saya di sisi teknis produksi.  Juga di sisi pemasaran dan berbagai sisi bisnis lele lainnya.

Saya menyebut hal ini sebagai “melipat waktu”.  Kenapa?  Karena saya bisa belajar banyak dengan sangat cepat, biayanya relatif kecil, dan kegagalan yang juga kecil.
9. Merasa tak Berbakat

Ada pandangan bahwa bisnis harus ada bakat.  Pandangan ini menurut saya benar.  Dengan ada bakat, maka bisnis bisa dipelajari dan dijalankan dengan baik.  Hal yang banyak orang tidak tahu atau ragu adalah bahwa semua orang sebenarnya punya bakat bisnis. Saya bahkan yakin, semua orang sebenarnya punya bakat untuk jadi apapun.  Bagaimana dengan anda?
10. Tak Punya Modal

Bisnis butuh modal? Tentu saja.  Sebesar atau sekecil apapun modal yang dibutuhkan.  Tinggal bagaimana kondisi kita.  Bila kita mungkin untuk memulai bisnis dengan modal, ya silakan mulai.  Bagaimana bila tak punya modal?  Maka jangan mulai segala sesuatu dari hal yang kita tak punya.  Bila kita tak punya modal, lalu mensyaratkan mulai bisnis harus punya modal dulu, maka kapan mulainya?  Ini kekeliruan banyak orang.  Memulai sesuatu dari yang tak ada.

Maka guru saya, Pak Wahyu Saidi mengajarkan : “Mulai lah dari yang ada”.  Yang ada apa?  Keinginan?  Mulai saja.  Bila tak punya modal, silakan jadi marketer bagi bisnis orang lain dulu.  Agen penjual ikan lele saya, Pak Hari, bisa punya bisnis tanpa modal.  Ia membeli lele saya dengan pembayaran tempo satu atau dua hari.  Lho, koq tempo? Iya, karena ia harus menjual lele itu ke pasar dulu.  Terjual, baru bisa bayar saya.  Pake modal?  Relatif tidak kan?

Buat Keputusan Tegas untuk Kaya Raya
“Keinginan tanpa keputusan, angan-angan”
“Keputusan tanpa tindakan, kesia-siaan”
Salam sukses,

Junaedi

Wednesday, 29 December 2010

Pentingnya Seorang Mentor Sukses

Sejauh mana peran seorang mentor sukses? Seperti Anda lihat pada gambar disamping, ibu adalah mentor bagi anaknya. Sebab ibunya lebih dulu tahu tentang dunia dibandingkan anaknya. Saat kita lahir, banyak hal yang tidak kita ketahui, beruntunglah kita sebab ada seorang ibu atau orang tua lainnya di samping kita. Sehingga ada yang membantu dan mengarahkan kita.

Begitu juga dalam dunia karir maupun bisnis, kecuali Anda sudah segala tahu, maka Anda memerlukan seorang mentor untuk membantu, mempermudah, dan mengarahkan jalan bisnis dan karir Anda. Intinya kehadiran seorang mentor sukses sangat penting jika Anda mau sukses.

Bagaimana mendapatkan seorang mentor sukses?

Cara Mendapatkan Mentor Sukses.

Berikut adalah tip-tip mendapatkan mentor sukses.

1. Rajinlah silaturahim, terutama dengan orang-orang yang bisa Anda jadikan sebagai mentor. Tidak perlu seseorang ayng sudah kaya dan terkenal, cukup seseorang yang memiliki ilmu atau pengalaman dibidang yang kita perlukan. Jika Anda butuh seorang mentor carilah, bukan berharap mentor yang mencari Anda.

2. Bersikaplah terbuka. Sebuah wadah tidak akan bisa diisi jika wadah tersebut tertutup. Begitu juga dengan pikiran kita, jika tertutup, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari siapa pun. Ciri-ciri pikiran tertutup:
◦ Suka membantah. Dia menerima nasihat, tetapi saat dinasihati malah membantah.
◦ Kalah dengan alasan. Saat ada halangan dia berhenti dengan alasan ada halangan tersebut.
◦ Tidak menerima sesuatu yang baru. Dia hanya mau melakukan sesuatu yang sudah biasa dia lakukan saja.
◦ Tidak mau menerima tantangan. Maunya dikasih tugas yang bisa-bisa saja.

3. Hormati mentor. Kadang aneh, ada orang yang bertanya dengan cara maksa, marah-marah, atau tidak sopan. Mentor tersebut akan membantu keberhasilan Anda, maka wajar jika Anda menghormatinya.

4. Mengertilah dengan kesibukan mentor। Jika mentor Anda orang sukses, pasti dia sibuk. Jangan mau punya mentor yang malas, nanti Anda akan terbawa malas. Mentor yang baik, pasti mentor yang sibuk dan Anda harus mengerti. Tidak usah marah-marah saat pertanyaan Anda tidak dijawab. Sabarlah, coba pada kesempatan lain. Bukannya marah atau ngambek. Jika perlu, bantu kesibukan mentor.

5. Jangan manja, seperti anak kecil. Kecuali Anda masih kecil, bersikaplah dewasa. Jangan manja, segala sesuatu ingin disuapin oleh mentor. Mentor itu hanya mengarahkan apa yang harus Anda lakukan. Bagaimana cara melakukannya itu adalah tugas Anda. Bahkan ada yang konyol, seorang yang manja malah minta mentor melakukan sesuatu untuk dia. Jika memang Anda ingin seseorang bekerja untuk Anda, itu bukan mentor. Carilah konsultan atau orang yang menawarkan jasa untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda bisa. Yup, Anda harus membayarnya.

Haruskah Punya Mentor Sukses?

Pertanyaan saya, kenapa harus mempertanyakan ini? Mungkin ada yang berkata bahwa banyak orang yang sukses tidak memiliki mentor sukses. Tentu saja bisa saja. Namun satu kunci kesuksesan seseorang itu ialah dia melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Untuk menemukan cara yang benar itu bisa Anda cari sendiri atau Anda belajar kepada orang yang sudah menemukannya. Itu semua pilihan Anda.
Memang, sebagian orang begitu enggan memiliki mentor sukses. Merasa berat memiliki mentor sebab dia tidak mau diatur atau diarahkan. Tidak apa-apa, jika seseorang tidak mau diarahkan, artinya dia harusnya sudah tahu arah atau akan mencarinya sendiri. Sekali lagi, itu terserah Anda.

Kenapa Orang Sukses Mau Menjadi Mentor Sukses?

Bukankah tadi dikatakan bahwa seorang mentor sukses itu biasanya sibuk? Lalu kenapa dia mau menjadi seorang mentor? Jika Anda mempertanyakan masalah ini, jelas Anda butuh seorang mentor sukses. Sebab ini salah satu rahasia sukses dan Anda belum mengetahuinya. Salah satu rahasia sukses itu adalah berbagi. Seseorang yang sukses tentu akan mau berbagi untuk keberhasilan dia sendiri. Mereka tidak akan menolak menjadi mentor sukses.

Kesimpulan

Bertindaklah. Mulailah bangun jaringan untuk mendapatkan seorang mentor sukses. Ingat tip-tip yang sudah dijelaskan diatas. Jika Anda bertanya apakah saya punya mentor, maka jawabannya ialah saya punya banyak mentor sukses.

Salam sukses,

Junaedi

Sumber: http://www.motivasi-islami.com/pentingnya-seorang-mentor-sukses/


Pentingnya Seorang Mentor Sukses

Sejauh mana peran seorang mentor sukses? Seperti Anda lihat pada gambar disamping, ibu adalah mentor bagi anaknya. Sebab ibunya lebih dulu tahu tentang dunia dibandingkan anaknya. Saat kita lahir, banyak hal yang tidak kita ketahui, beruntunglah kita sebab ada seorang ibu atau orang tua lainnya di samping kita. Sehingga ada yang membantu dan mengarahkan kita.

Begitu juga dalam dunia karir maupun bisnis, kecuali Anda sudah segala tahu, maka Anda memerlukan seorang mentor untuk membantu, mempermudah, dan mengarahkan jalan bisnis dan karir Anda. Intinya kehadiran seorang mentor sukses sangat penting jika Anda mau sukses.

Bagaimana mendapatkan seorang mentor sukses?

Cara Mendapatkan Mentor Sukses.

Berikut adalah tip-tip mendapatkan mentor sukses.

1. Rajinlah silaturahim, terutama dengan orang-orang yang bisa Anda jadikan sebagai mentor. Tidak perlu seseorang ayng sudah kaya dan terkenal, cukup seseorang yang memiliki ilmu atau pengalaman dibidang yang kita perlukan. Jika Anda butuh seorang mentor carilah, bukan berharap mentor yang mencari Anda.

2. Bersikaplah terbuka. Sebuah wadah tidak akan bisa diisi jika wadah tersebut tertutup. Begitu juga dengan pikiran kita, jika tertutup, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari siapa pun. Ciri-ciri pikiran tertutup:
◦ Suka membantah. Dia menerima nasihat, tetapi saat dinasihati malah membantah.
◦ Kalah dengan alasan. Saat ada halangan dia berhenti dengan alasan ada halangan tersebut.
◦ Tidak menerima sesuatu yang baru. Dia hanya mau melakukan sesuatu yang sudah biasa dia lakukan saja.
◦ Tidak mau menerima tantangan. Maunya dikasih tugas yang bisa-bisa saja.

3. Hormati mentor. Kadang aneh, ada orang yang bertanya dengan cara maksa, marah-marah, atau tidak sopan. Mentor tersebut akan membantu keberhasilan Anda, maka wajar jika Anda menghormatinya.

4. Mengertilah dengan kesibukan mentor। Jika mentor Anda orang sukses, pasti dia sibuk. Jangan mau punya mentor yang malas, nanti Anda akan terbawa malas. Mentor yang baik, pasti mentor yang sibuk dan Anda harus mengerti. Tidak usah marah-marah saat pertanyaan Anda tidak dijawab. Sabarlah, coba pada kesempatan lain. Bukannya marah atau ngambek. Jika perlu, bantu kesibukan mentor.

5. Jangan manja, seperti anak kecil. Kecuali Anda masih kecil, bersikaplah dewasa. Jangan manja, segala sesuatu ingin disuapin oleh mentor. Mentor itu hanya mengarahkan apa yang harus Anda lakukan. Bagaimana cara melakukannya itu adalah tugas Anda. Bahkan ada yang konyol, seorang yang manja malah minta mentor melakukan sesuatu untuk dia. Jika memang Anda ingin seseorang bekerja untuk Anda, itu bukan mentor. Carilah konsultan atau orang yang menawarkan jasa untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda bisa. Yup, Anda harus membayarnya.

Haruskah Punya Mentor Sukses?

Pertanyaan saya, kenapa harus mempertanyakan ini? Mungkin ada yang berkata bahwa banyak orang yang sukses tidak memiliki mentor sukses. Tentu saja bisa saja. Namun satu kunci kesuksesan seseorang itu ialah dia melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Untuk menemukan cara yang benar itu bisa Anda cari sendiri atau Anda belajar kepada orang yang sudah menemukannya. Itu semua pilihan Anda.
Memang, sebagian orang begitu enggan memiliki mentor sukses. Merasa berat memiliki mentor sebab dia tidak mau diatur atau diarahkan. Tidak apa-apa, jika seseorang tidak mau diarahkan, artinya dia harusnya sudah tahu arah atau akan mencarinya sendiri. Sekali lagi, itu terserah Anda.

Kenapa Orang Sukses Mau Menjadi Mentor Sukses?

Bukankah tadi dikatakan bahwa seorang mentor sukses itu biasanya sibuk? Lalu kenapa dia mau menjadi seorang mentor? Jika Anda mempertanyakan masalah ini, jelas Anda butuh seorang mentor sukses. Sebab ini salah satu rahasia sukses dan Anda belum mengetahuinya. Salah satu rahasia sukses itu adalah berbagi. Seseorang yang sukses tentu akan mau berbagi untuk keberhasilan dia sendiri. Mereka tidak akan menolak menjadi mentor sukses.

Kesimpulan

Bertindaklah. Mulailah bangun jaringan untuk mendapatkan seorang mentor sukses. Ingat tip-tip yang sudah dijelaskan diatas. Jika Anda bertanya apakah saya punya mentor, maka jawabannya ialah saya punya banyak mentor sukses.

Salam sukses,

Junaedi

Sumber: http://www.motivasi-islami.com/pentingnya-seorang-mentor-sukses/


Friday, 23 July 2010

Ayo.., Membuka Usaha Mulai Sekarang!

Kemampuan belajar dari kegagalan menentuykan keberhasilan pebisnis.

Tak ada resep jitu untuk menjadi businessman keculai memulainya. Berbisnis adalah learning by doing. Tak ada pebisnis yang bisa meraih sukses tanpa terantuk kegagalan. Lebh cepat memulai bisnis lebih baik agar ide Anda tidak didahului orang lain.

Tidak semua orang memilih jalan hidupnya menjadi seorang entrepreneur. Tapi, tiap orang perlu dibuka inspirasinya untuk menjadi seorang wirausahawan sedini mungkin. Dengan memulai usaha lebih dini, akan terbuka kesempatan mengekplorasi inspirasi usahanya itu.

Nasihat panjang itu kerap disampaikan pengusaha properti Ciputra untuk menjawab pertanyaan kapan harus memulai bisnis. Jadi, lebih cepat memulai usaha, tentu lebih baik. Jika tidak memulai dari sekarang, bisa jadi orang lain akan lebih dulu melaksanakan ide Anda.

Berdasarkan penelitian dan pengalaman para pebisnis tenar di Amerika Serikat (AS), usia bukan penentu kesuksesan seorang pebisnis. Ada pebisnis yang sukses merintis usahanya di usia muda, ada pula yang baru sukses di masa senja.

Farrah Gray sebagai contoh, pemuda kelahiran Chicago Amerika Serikat 9 September 1984 adalah contoh pebisnis sukses yang merintis usaha sedari dini. Ia memulai bisnis dari jualan hand & body lotion seharga U$ 1,5 per botol secara door to door di usia 6 tahun.

Menginjang usia 13 tahun, Gray mengawalai produksi sirop dengan mendirikan Farr-Out Foods. Pas 14 tahun, Farr-Out Food mencetak penjualan U$ 1,5 juta. Dan kini Gray memiliki perusahaan media raksasa bernama Innercity Broadcasting dan beraset jutaan dollar AS.

Berbeda dengan Grey, Harland Sanders justru terlambat masuk ke kancah bisnis. Pendiri Kentuky Fried Chicken (KFC) tersebut baru merintis usaha ayam goreng ketika berusia 48 tahun. Dan, baru di usia 62 tahun, Sanders mengibarkan merek dagang KFC.

Modal lain berbisnis adalah jangan takut gagal. Agung Bayu Waluyo, Netrpreneurship Education Manager Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, berpesan, belajrt dari pengalaman sering menjadi kunci sukses. Entrepreneur bahkan harus pernah mengalami kegagalan. "Ia harus bisa mengelola kegagalan sama halnya mengelola kebrhasilan," kata Agung.

Faktor lain yang tidak kalah penting dalam memulai bisnis adalah kepercayaan dengan pilihan ide. Biarkan insting Anda bekerja dan berkembang. Jangan berhenti berinovasi. Siapa tau hasil inovasi Anda justru bisa memenuhi ceruk pasar yang lebih besar.

Tak kalah penting pelajari kegagalan pesaing, pelajari pengalaman pesaing, dan pastikan Anda tidak mengulanginya. Jika sekarang ANda masih jadi pekerja/karyawan dan ingin memulai usaha, sebaiknya jangan menunggu usia pensiun. Sangat beresiko mempertaruhkan uang pensiun untuk modal usaha.

Kesalahan seperti ini sering dilakukan orang Indonesia. "Maksimal lima tahun menjelang pensiun harus sudah mulai merintis uaha," ujar Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansial Consulting.

Bedasarkan pengalaman, pada tahun pertama membukja usaha perlu dana investasi besar, serta masih mencari bentuk usaha yang pas. Baru tahun ke dua butuh suntikan dana segar untuk pengembangan usaha. "Usaha di tahun pertama biasanya belum belum membawa hasil, baru mencari bentuk," ujar dia.

Eko menyarankan pekerja/karyawan yang ingin berbisnis, mulai start di usia menjelang 40-an, terutama saat karier mencapai puncak. Syukur-syukur perusahaan menawarkan pensiun dini yang bisa digunakan jadi modal. "Kalau sahanya gagal, masih ada kesempatan untuk jadi pekerja lagi," imbuh Eko.

Begitulah modal umum menjadi pengusaha. Anda siap memulainya?

Memulai dari Hasrat

Berbagai penelitian menunjukan faktor penentu sukses sebuah bisnis pertama kali datang dari hasrat seseorang. Hasrat ini lebih berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis ketimbang faktor lainnya. Misalnya bisnis bengkel modifikasi mobil atau motor, biasanya dimulai dari kegemaran si pengusaha terhadap otomotif. Selain hasrat, sebelum membuka usaha, seseorang perlu mengidentifikiasi peluang yang ada di lingkungan sekitar. Ambil contoh, di lingkungan yang panas, kebutuhan orang akan air minum jelas tinggi. Ini bisa dibaca oeleh pebisnis sebagai peluang bisnis minuman dalam kemasan atau air isi ulang. Contoh lain adalah dari pengamatan perubahan nilai di masyarakat. Ambil contoh, orang Indonesia membeli handphone untuk gaya hidup bukan berdasarkan kebutuhan. Di Amerika Serikat, pnsel cerdas BlackBerry populer karen punya kemampuan push mail. DI Indonesia, yang jadi keunggulan BlackBerry bukan push mail, tapi berbagai aplikasi jejaring sosial. Karenanya, penjualan BlackBerry tetap laris manis. Bahkan, produsen ponsel yang mirip BlackBerry ikut kecipratan permintaan. Agung Bayu Waluyo dari Universitas Ciputra menyarankan, calon entrepreneur bisa memulai bisnis begitu menyadari empat hal. Pertama; ada peluang dari supply dan demand yang cocok terhadap sebuah barang. Kedua; sudah memiliki barang, tetapi masih mancari pangsa pasar. Ketiga; menyadari ada permintaan yang besar, tapi pasokan minim. Ini misalnya bisa dilihat dari kebutuhan obat penyakit kanker dan AIDS. Keempat; mencipatakan peluang ketika seseorang bisa melihat kebutuhan di mas mendatang, dan berusaha untuk memenuhinya denga teknologi. Contoh yang terakhir ini adalah Mrk Zuckerbrg, pencipta situs jejaring sosial bernaba Facebook.

Semoga bermanfaat dan salam sukses,


Junaedi

Sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/epaper